JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Kamis (14/6/2019). Sebanyak 32 ribu personel gabungan disiagakan untuk pengamanan.
“Masih 32 ribu (personel). Ini merupakan gabungan Polri dan TNI, serta aparat terkait seperti Pemda dan Dinas kesehatan,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan.
Ia mengatakan, pengamanan tersebut akan dilakukan hingga hasil sengketa keluar. Adapun pengamanan tersebut dilakukan di sekitar gedung MK sekaligus guna memastikan proses persidangan PHPU berjalan dengan lancar.
Namun kata Asep, pengamanan tersebut tidak akan dibarengi dengan penutupan jalan seperti halnya pada 21 hingga 22 Mei 2019. Ia mengimbau masyarakat tak perlu khawatir dan tetap melaksanakan kegiatannya seperti biasa.
“Itu kondisi atau rencana awal kita tapi melihat situasi yang berkembang, tapi tanggal 14 Mei sampai 28 Mei tenang saja bekerja dan beraktifitas karena jalan protokol tidak terganggu seperti kemarin,” serunya.
Tak hanya menyiapkan pengamanan saja, pihaknya juga mengupayakan upaya preventif menjelang putusan sidang PHPU pada 28 Mei 2019.
“Untuk upaya-upaya preventif kita pada saat nanti sidang MK tanggal 28 Mei, pengumuman itu semuanya sudah kita atur sedemikian rupa. Tentunya himbauan supaya masyarakat tidak perlu datang, dan paslon (pasangan calon) tertentu menyampaikan (relawan dan pendukungnya agar) tidak perlu berbondong-bondong datang ke MK,” pungkas Asep. (*/Ag)
© 2015. All Rights Reserved. Jurnal Metro.com | Analisa Jadi Fakta
Koran Jurnal Metro