JAKARTA – Kabut asap akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan membawa dampak serius bagi aktivitas harian masyarakat. Pekatnya asap tak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga menjadi ancaman nyata di jalan raya, khususnya bagi para pengendara sepeda motor.

Bagi pengendara roda dua, jarak pandang yang terbatas akibat paparan asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Berikut adalah beberapa dampak utama kabut asap dikutip dari Wahana Honda, Kamis (15/10) terhadap keselamatan lalu lintas:

  1. Jarak pandang tidak optimal
  2. berkurangnya fokus berkendara akibat pekatnya kabut asap
  3. Kesehatan terganggu

Bagi pengguna sepeda motor yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi ini, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menjaga keselamatan di jalan:

  1. Hindari memaksa berkendara sendirian

Apabila jarak pandang sudah sangat minim dan membahayakan, sebaiknya perjalanan tidak dipaksakan menggunakan sepeda motor. Beralih ke moda transportasi umum merupakan pilihan yang lebih bijak saat kabut asap semakin memburuk.
Namun, jika harus menggunakan motor, jaga laju kendaraan tetap berada di batas kecepatan aman. Jarak pandang yang terbatas otomatis memperpendek jarak pengereman yang aman, sehingga memacu kendaraan terlalu kencang sangat berbahaya.

  1. Gunakan masker sesuai standar kesehatan

Masker menjadi perlengkapan wajib yang tidak boleh terlewatkan. Paparan asap secara langsung saat naik motor dapat mengganggu saluran pernapasan.
Pengendara disarankan selalu memakai masker yang direkomendasikan oleh lembaga kesehatan, baik saat berada di luar ruangan maupun selama berkendara. Perlengkapan ini efektif menyaring udara kotor sebelum masuk ke paru-paru.

  1. Tingkatkan fokus dan kewaspadaan

Kondisi jalanan yang tertutup kabut asap menuntut tingkat konsentrasi yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Kewaspadaan ekstra membantu pengendara untuk merespons situasi darurat di sekitarnya secara lebih cepat, seperti menghindari lubang atau kendaraan lain yang berhenti mendadak.

  1. Jangan gunakan lampu hazard saat jalan

Lampu hazard dirancang khusus sebagai penanda kondisi darurat, seperti saat kendaraan mogok atau macet di jalan. Penggunaan lampu hazard ketika motor sedang berjalan di tengah kabut asap justru dapat membingungkan pengguna jalan lain di belakang.
Isyarat lampu sein yang berkedip bersamaan bisa dikira sebagai tanda kendaraan sedang berhenti, sehingga berisiko memicu pengereman mendadak dari pengendara lain.

Membatasi mobilitas dengan sepeda motor saat kabut asap pekat adalah langkah paling bijak. Apabila situasi mendesak mengharuskan untuk turun ke jalan, selalu prioritaskan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.(*/San)

By admin