JAKARTA – Perubahan kondisi sekolah begitu terasa bagi siswa SDN Pekayon 05, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Gedung yang sebelumnya dinilai sudah tua dan kurang nyaman kini berubah menjadi kompleks pendidikan modern dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap, Raihan (9 tahun), siswa kelas 3 SDN Pekayon 05, mengaku senang dengan perubahan tersebut.

“Ya udah dulu lapangan kayak begitu, konblok. Sekolahnya juga jelek. Sekarang udah bagus,” kata Raihan.

Perasaan serupa disampaikan Rizal (9). Menurut dia, perubahan paling terasa bukan hanya pada tampilan gedung, tetapi juga fasilitas yang kini tersedia.

“Dulu juga enggak ada lift, sekarang ada. Karena sekolahnya enam lantai. Dulu mah hanya satu lantai,” kata Rizal.

Lapangan sekolah yang lebih baik juga membuat kegiatan olahraga menjadi lebih nyaman.

“Olahraga juga lebih nyaman. Karena bagus,” ujarnya.

Kedua siswa itu juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung karena sekolah mereka telah direhabilitasi.

“Makasih ya, Pak Gubernur,” kata keduanya.

Perubahan fasilitas di SDN Pekayon 05 merupakan bagian dari rehabilitasi total yang dilakukan bersama SMPN 91 Jakarta dalam satu kompleks terintegrasi di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung hasil rehabilitasi tersebut pada Senin (12/10/2026).

Bangunan kedua sekolah sebelumnya telah berusia lebih dari 50 tahun. Melalui rehabilitasi total dengan nilai kontrak Rp 101,3 miliar, keduanya kini menempati gedung bertingkat dengan fasilitas yang lebih lengkap. Gedung baru telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027.

“Menurut saya, sekolah ini tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Fasilitasnya lengkap, mulai dari lift, perpustakaan, kantin, ruang belajar yang representatif, hingga sarana olahraga,” kata Pramono.

Kompleks sekolah juga dilengkapi akses ramah disabilitas, sistem proteksi kebakaran, lapangan basket, lapangan sepak bola mini, musala, serta ruang terbuka hijau.

Menurut Pramono, pembangunan secara vertikal menjadi salah satu cara Pemprov DKI mengoptimalkan lahan sekolah yang terbatas di kawasan perkotaan.

“Karena lokasinya berdekatan, kedua sekolah ini ditata menjadi satu kesatuan yang lebih terintegrasi. Kami ingin memastikan siswa mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inklusif,” ujarnya.

Rehabilitasi juga membawa perubahan pada pola pembelajaran di SMPN 91 Jakarta. Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam dua sif. Setelah gedung baru beroperasi, seluruh kegiatan belajar dapat dilakukan dalam satu sif.

Perubahan itu dinilai bukan sekadar soal gedung baru. Ruang belajar yang lebih memadai membuat waktu belajar menjadi lebih teratur dan fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Pramono juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun tetap terawat.

“Kalau sarana dan prasarana pendidikan tidak dipersiapkan dengan baik, percuma. Karena itu, kami meminta Dinas Pendidikan memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Pembenahan fasilitas sekolah juga dilakukan di wilayah lain. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau hasil rehabilitasi SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Ketiga gedung tersebut telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027. Rano meminta sekolah memperkuat kesiapsiagaan bencana, terutama karena gedung hasil rehabilitasi kini terdiri atas beberapa lantai.

“Dengan fisik gedung yang kini mencapai lima hingga enam lantai, tingkat kesulitan mitigasi tentu lebih tinggi sehingga saya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar prosedur evakuasi terus dilatih secara berkala demi prinsip sedia payung sebelum hujan,” jelasnya.(*/Ind)

By admin