CIBINONG - Kinerja UPTD Wilayah 1 Bogor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Barat kembali menuai sorotan publik. Dugaan praktik “lempar bola panas” mencuat dalam penanganan kasus buruh PT Surya Lestari Abadi (SLA), produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Gunung di Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang. Para buruh mengeluhkan upah tidak layak hanya Rp75 ribu per hari, serta ketiadaan jaminan BPJS. Namun, jawaban dari pihak pengawas justru menimbulkan tanda tanya besar.
Resepsionis Malah Jadi Juru Bicara Saat awak media mencoba meminta klarifikasi, pegawai UPTD, Andri, malah mengarahkan awak media untuk menemui, seorang resepsionis. “Kepala UPTD-nya Pak Dandi nggak ada, saya di sini cuma resepsionis terima tamu yang antar surat saja,” ujar Zaelani di kantor UPTD Wilayah 1 Bogor, Jalan Jakarta-Bogor, Cibuluh, Selasa (20/1/2026). Ironisnya, kewenangan penuh ada pada Kepala UPTD.
Namun, keberadaan Pak Dandi justru tidak jelas.
Jawaban yang membingungkan dari staf menambah kesan ketidakteraturan dalam mekanisme pelayanan publik.
Bertindak Andri kemudian menjelaskan bahwa maksudnya adalah agar media membuat janji terlebih dahulu melalui resepsionis. “Pak Zaelani staf yang bertugas menerima tamu, bapak silakan membuat janji dulu nanti dibantu untuk jadwal pertemuan,” katanya.
Aktivis: Disnaker Diduga Lepas Tangan Aktivis Bogor Raya, Romi Sikumbang, menilai sikap UPTD Wilayah 1 Bogor sebagai bentuk nyata penghindaran tanggung jawab. “UPT terkesan lempar bola sana-sini, seperti lepas kewenangan,” tegasnya. Menurut Romi, pengawas Disnaker seharusnya menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan, bukan justru bersembunyi di balik alasan birokrasi.
“Jangankan mengawasi, penindakan saja terkesan lemah,” kritiknya. Sorotan Publik Kasus ini memperlihatkan lemahnya koordinasi dan transparansi di tubuh Disnaker Jabar, khususnya UPTD Wilayah 1 Bogor. Alih-alih memberikan solusi atas persoalan buruh, institusi ini justru memperlihatkan wajah birokrasi yang berbelit dan tidak responsif. Publik kini menunggu langkah tegas dari Disnaker Jabar untuk membuktikan keberpihakan pada pekerja, bukan sekadar menjadi simbol tanpa fungsi.(*/Bu)
© 2015. All Rights Reserved. Jurnal Metro.com | Analisa Jadi Fakta
Koran Jurnal Metro