CIBINONG – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan bedah rumah tidak layak (Rutilahu) milik pasangan kakek Roip, 81, dan istrinya, nenek Amanah,76. Bedah rumah ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat sekaligus penerapan slogan Polisi Bersama Masyarakat.
Pasangan kakek nenek tersebut tinggal di Kampung Gunung Cabe RT04/04, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kapolri Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Bidan Desa di Kecamatan Rumpin, Sumirah, 41, mengungkapkan untuk kebutuhan makan sehari-hari, pasangan lansia ini hanya mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah dan belas kasih tetangga. Rumah yang mereka tempati pun sudah sangat tidak layak huni dan nyaris roboh.
“Untuk makan sehari-hari kakek nenek ini hanya mengandalkan bantuan PKH. Rumahnya sudah benar-benar tidak layak huni, sudah mau roboh,” katanya, Senin (19/10/20206) Di usianya yang sudah 81 tahun, kakek Roip masih harus bekerja sebagai buruh tani serabutan. Sedangkan istrinya tidak bekerja.
“Kakek Roip selama ini hanya mengandalkan upah dari disuruh-suruh warga untuk bisa makan bersama istrinya. Sementara Nenek Amanah (76) hanya bisa memasak di dapur yang kondisinya juga sudah tidak layak digunakan,” kata Sumirah.
Melihat kondisi tersebut, harapan baru pun datang. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto siap membedah rumah milik pasangan kakek-nenek tersebut. Menurut Mira, panggilan akrabnya, kondisi sekarang kakek Roip sudah tidak bisa melihat. Hal ini membuat dia sudah tidak bisa mencari nafkah.
“Warga sekitar sini sangat kasian dengan kondisi kakek Roip yang sudah tidak bisa melihat lagi secara jelas, hasil pemeriksaan dokter diagnosanya matanya katarak,” ucapnya. Program kepedulian sosial bedah rumah ini diinisiasi langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia atau Indonesian Police Lovers Community.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan hati untuk masyarakat yang membutuhkan .(*/End)
