JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut rata-rata beban utang yang dimiliki oleh nelayan di Indonesia capai sekitar Rp50 juta hingga Rp100 juta.
“Nelayan tuh rata-rata punya utang di atas Rp50-100 juta. Dia harus setor kepada tengkulaknya itu. Lama-lama tambah miskin tambah tergantung, sudah seperti budak,” ujar Zulkifli dalam acara Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Zulkifli menyebut kondisi ini disebabkan oleh dukungan yang belum memadai yang diberikan kepada nelayan. Terkhususnya, dalam hal infrastruktur.

“Nelayan ini, dia menangkap ikan, dapat ikannya bagus. Dia ditawar murah, kalau dia gak jual, ikannya busuk karena gak ada pabrik es di situ, gak ada tempat penyimpanan di situ. Balai lelangnya juga gak karu-karuan di situ,” jelasnya.

Kemudian, nelayan pun terpaksa menjual hasil tangkapannya secara rugi. Namun, kondisi ini memaksa mereka untuk meminjam uang kepada tengkulak, bahkan sampai akhirnya menyetor hasil ikan kepada tengkulak tersebut.

Melihat kondisi nelayan yang terperangkap dalam lingkaran utang ini, Zulkifli menyebut Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan untuk menuntaskan masalah tersebut. Salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Maka, akan dibangun tahun ini 1.300 sekian Kampung Nelayan. Tahun depan dua ribu. Rencananya total sampai akhir tahun 2029, lima ribu Kampung Nelayan,” ungkap Zulhas.

Dalam Kampung Nelayan ini, sejumlah infrastruktur yang dapat membantu nelayan pun akan dibangun. Infrastruktur ini meliputi balai lelang yang terintegrasi dengan Koperasi Nelayan Merah Putih, pabrik es, cold storage, bengkel, SPBN untuk solar, hingga KUR.

Dengan adanya infrastruktur pendukung yang memadai, maka nelayan disebut akan memiliki daya tawar yang kuat. Misalnya, jika nelayan mendapatkan ikan yang banyak namun ditawar dengan harga murah, maka nelayan memiliki opsi untuk menyimpan.

“Kalau tidak laku juga maka Koperasi Nelayan Merah Putih akan ambil alih. Nanti ini ikan bisa di-supply ke SPPG,” katanya.

Zulhas menyebut program ini membutuhkan dukungan, perhatian, dan keberpihakan, terlebih dalam tahap-tahap awal. Sehingga, Zulkifli mengatakan pemerintah akan membimbing, membina, dan mengurus berjalannya program ini.(*/Ni)

By admin