CIBINONG – Polres Bogor, Jawa Barat, mengerahkan sekitar 500 personel untuk mengamankan unjuk rasa dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kompol Wily Yulistiyo mengatakan, pihaknya menyiapkan dua skenario pengamanan, yakni mengantisipasi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Bogor serta kemungkinan pergerakan massa menuju Jakarta.

“Untuk hari ini kita ada dua skenario. Ada beberapa unjuk rasa lokal di Bogor yang kita laksanakan pengamanan secara maksimal karena isu-isunya berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Wily di Bogor, Selasa.

Tiga Rencana Aksi di Kabupaten Bogor

Wily menjelaskan, terdapat sekitar tiga rencana unjuk rasa di Kabupaten Bogor. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di kawasan pusat pemerintahan daerah, Kantor Dinas Kesehatan, dan kantor Basarnas.

Meski demikian, rencana pelaksanaan aksi masih bersifat dinamis. Menurut Wily, terdapat kemungkinan demonstrasi dibatalkan apabila massa mendapatkan kesempatan melakukan audiensi dengan pihak terkait.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, kepolisian menyiagakan personel di sejumlah titik yang dinilai strategis.

Selain mengamankan lokasi demonstrasi, Polres Bogor menempatkan personel di wilayah perbatasan, antara lain Cileungsi, Cibinong, Parungpanjang, Tenjo, dan Parung.

Pengamanan juga dilakukan di sejumlah stasiun kereta api untuk mengantisipasi keberangkatan massa, khususnya pelajar, yang berpotensi menuju Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa.

Wily mengatakan, hingga Selasa, pihaknya belum menerima informasi mengenai kelompok massa dari Bogor yang akan berangkat ke Jakarta. Namun, kepolisian tetap menyiapkan langkah antisipasi.

“Kami belum mendapat informasi elemen dari Bogor yang akan ke Jakarta, tetapi tetap harus diantisipasi. Personel disiapkan di perbatasan, stasiun, dan beberapa titik lainnya,” ujarnya.

Terkait pelajar yang ditemukan hendak mengikuti unjuk rasa, kepolisian akan memberikan imbauan agar mereka kembali ke rumah.

Namun, apabila ditemukan dugaan tindak pidana, seperti membawa senjata tajam atau bom molotov, petugas akan melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalau tidak ada unsur pidana, ya kita imbau untuk pulang,” kata Wily.

Libatkan Polsek dan Brimob

Menurut Wily, pengerahan sekitar 500 personel tersebut melibatkan gabungan anggota Polres Bogor, polsek jajaran, dan Brimob.

Ia juga menyinggung pengalaman pengamanan demonstrasi pada Agustus 2025. Saat itu, kepolisian mendapati sekitar 190 orang yang hendak berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa.

Pengamanan kali ini disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi di wilayah Kabupaten Bogor sekaligus pergerakan massa menuju ibu kota.

Kepolisian mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.(*/End)

By admin