JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan sikap politik luar negeri pemerintah Indonesia yang tak akan bergeser terkait dengan Palestina. Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan, selama hak kemerdekaan segala bangsa, penghapusan penjajahan di seluruh dunia, dan partisipasi menjaga perdamaian di dunia masih termaktub dalam konstitusi, selama itu pula Indonesia akan tetap teguh pendirian bersama membela Palestina.

“Sikap Indonesia terhadap Palestina tidak pernah berubah. Karena konstitusi kita tidak berubah,” kata Arrmanatha saat konferensi pers perdananya sebagai Menteri Luar Negeri, di Kemlu, Jakarta, pada Senin (12/10/2026). Arrmanatha merupakan Menlu ke-19 Republik Indonesia. Baru-baru ini ia menggantikan peran Sugiono yang digeser jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam penyampaian perdananya itu, Arrmanatha yang juga akrab disapa Tata menyampaikan tentang sejumlah permasalahan dan tantangan diplomasi, serta kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa-masa mendatang. Termasuk diantaranya tentang persoalan Palestina yang masih menjadi fokus partisipasi diplomasi Indonesia di level global.

Menlu Tata menegaskan, Indonesia tetap menjadikan konstitusi pendirian Republik Indonesia sebagai rujukan dalam pembelaan hak-hak bangsa Palestina.

“Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi, dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud,” ujar dia. Menlu Tata juga menyinggung konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina yang masih menjadikan ‘Semangat Bandung’ sebagai jangkar.

“Kemampuan Indonesia untuk berbicara dengan semua pihak adalah aset diplomasi kita. Dalam Semangat Bandung, aset itu akan terus kita gunakan mendorong perdamaian. Termasuk untuk Palestina,” ujar Menlu Tata. Semangat Bandung atau yang dikenal sebagai Spirit Bandung merupakan istilah perjuangan bersama negara-negara yang ikut dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 silam.

Konferensi tersebut menyatukan negara-negara Asia dan Afrika untuk menjalin kerja sama dalam perlawanan terhadap penjajahan. Dan Semangat Bandung untuk membentuk tatanan dunia yang damai dengan penentangan segala bentuk penjajahan. Dan yang terjadi di Palestina selama ini, merupakan bentuk nyata dari penjajahan yang belum berakhir.

Terkait dengan Palestina, Indonesia selama ini, kata Tata sudah melakukan segala cara untuk tetap memberikan dukungan. Mulai dari diplomasi, kebijakan politik luar negeri, sampai pada tindakan kemanusian, dan peningkatan kapasitas sebagai negara. “Langkah nyata jelas sudah dilakukan. Perlindungan bagi rakyat Palestina, bantuan kemansian, pemulihan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas Palestina,” ujar Menlu Tata.

Dan semua itu, kata dia menegaskan, tetap akan dilakukan sampai Palestina benar-benar dapat merdeka dan berdaulat. “Semua agenda ini membutuhkan mesin diplomasi yang kuat,” jelasnya.(*/Pas)

By admin