Skip to content
17 July 2026
  • Daftar Nomor Telepon Penting Wilayah Bogor
  • Redaksi
  • Yop Poll Archive
cropped-cropped-jurnalmetro.jpg

cropped-KIP-pusat3.png
Primary Menu
  • Home
  • Nusantara
    • Banten
    • Berita Daerah
  • Metro Jabodetabek
  • Ekonomi dan Bisnis
    • Advertorial
  • Pendidikan
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • LIFE STYLE
      • Catatan ksusus
      • Infotainment
      • Surat-Pembaca
        • Redaksi
      • Tokoh
    • Sepak Bola
    • Tinju
    • Dan Lain-Lain
  • Hukum dan Kriminal
  • Politik dan Keamanan
Light/Dark Button
Subscribe
  • Home
  • Nusantara
  • KEMARAU 2026, CIMAHI SELATAN DIBAYANGI KRISIS AIR BERSIH
  • Berita Daerah
  • Nusantara

KEMARAU 2026, CIMAHI SELATAN DIBAYANGI KRISIS AIR BERSIH

admin 30 June 2026 3 minutes read
AIR

BANDUNG – Ancaman kekeringan dan krisis air bersih membayangi Kota Cimahi, utamanya bagi mereka yang tinggal di sebelah selatan menghadapi musim kemarau yang durasinya diprediksi bakal lebih panjang hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Beberapa kelurahan di Kecamatan Cimahi Selatan langganan kekeringan dan krisis air bersih di musim kemarau, di antaranya Kelurahan Utama, Kelurahan Melong, hingga Kelurahan Leuwigajah. Kekeringan di tiga kelurahan itu paling parah ketimbang yang terjadi di 12 kelurahan lainnya.

Krisis air bersih di musim kemarau kemudian diperparah dengan eksploitasi air tanah oleh sektor industri serta masyarakat itu sendiri selama beberapa tahun belakangan. Berdasarkan kajian Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi, penurunan muka air tanah di Bandung Raya mencapai 60 meter sampai 100 meter.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kotw Cimahi, Amy Pringgo Mardani mengatakan saat ini pemerintah sudah tidak menambah titik sumur artesis.

“Nah soal itu (eksploitasi air tanah), intinya itu di 4 tahun kebelakang sesuai kajian. Terparahnya kan oleh industri, nah pemerintah sudah tidak ada pengeboran sumur artesis,” kata Amy saat ditemui, Selasa (30/6/2026).

Ia mengatakan pemerintah saat ini fokus pada pemanfaatan sumber air permukaan seperti aliran sungai yang diolah melalui sistem pengolahan air minum Kota Cimahi. Sementara sumur artesis yang ada, dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat dalam kondisi mendesak saja.

“Enggak lebih dari 10 titik, karena kebanyakan kan memang di industri. Makanya pemerintah kota itu hanya berusaha memanfaatkan air permukaan atau air sungai, mengadopsi sistem pipanisasi,” ujar Amy.

Di sisi lain, pemerintah diklaim tidak abai pada dampak eksploitasi yang ditimbulkan oleh industri. Mulai dari pembuatan sumur resapan, pembuatan biopori, hingga sumur imbuhan atau sumur injeksi.

“Ya pemulihan kita laksanakan dengan (sumur) resapan, biopori, sumur imbuhan. Kita rawat artesis yang ada, karena memang kita enggak banyak membuat artesis juga. Masyarakat sekarang juga sudah semakin sadar,” kata Amy.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Geodesi ITB, Heri Andreas mengatakan di tahun 2050 nanti akuifer (lapisan kulit bumi berpori yang dapat menahan air dan terletak di antara dua lapisan yang kedap air) akan rusak parah.

Pada lapisan akuifer satu atau lapisan paling atas, kondisi airnya sudah habis sampai di batas 50-100 meter. Kemudian kerusakan sudah mulai terjadi pada kedalaman 100-200 meter karena air mulai sulit ditemukan.

“Kemudian nanti ngebor lagi sampai di kedalaman 200 meter, nanti rusak lagi karena mencari air di titik yang lebih dalam. Kondisi itu kalau diteruskan, menyebabkan krisis air di 2050 itu tadi,” kata Heri.

Heri mengatakan di lingkungan masyarakat sendiri, eksploitasi air tanah terjadi tanpa disadari. Seperti pembuatan sumur artesis yang airnya nanti akan didistribusikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.

“Belum lagi PDAM juga mengunakan air tanah, sehingga kompleksitasnya sangat luar biasa untuk urusan air tanah ini. Indikatornya bisa dilihat dari penurunan air tanah yang makin merah,” kata Heri.(Detik.com)

About the Author

admin

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: LRT JAKARTA RUTE MANGGARAI – DUKUH ATAS DITARGET RAMPUNG TAHUN 2029
Next: TIDAK ADA TRANPRANSI DI SMPN 1 SUKARAJA, DATA 33 SISWA GUGUR DAN PENGGANTI DITUTUPI

Related Stories

bunuh
  • Berita Daerah
  • Nusantara

KEPALA SPPG RANCAMULYA TEWAS BUNUH DIRI, PEMILIK DAPUR LIAT KEANEHAN

admin 13 July 2026
bandung
  • Berita Daerah
  • Nusantara

DPRD JABAR SIAP TAMBAH ANGGARAN PORPROV XV DI ABPD PERUBAHAN TANPA ADA KENDALA FINANSIAL

admin 11 July 2026
alur
  • Berita Daerah
  • Nusantara

KELOMPOK PETERNAK DI JAWA TENGAH PROTES SPPG BELI TELUR HARGA MURAH

admin 19 June 2026

You May Have Missed

ASUDA
  • Advertorial

MENGAPA GURU DAN DOSEN BERHAK ATAS KOMPENSASI YANG ADIL ?

admin 13 July 2026
aai
  • Metro Jabodetabek
  • Metro Jabodetabek

KEMARAU MELANDA, TIRTA KAHURIPAN SALURKAN 8.000 LITER AIR BERSIH KE WARGA

admin 13 July 2026
ako
  • Hukum dan Kriminal
  • Hukum dan Kriminal

PRESIDEN PRABOWO INGATKAN PARA KORUPTOR: RAKYAT TIDAK BODOH

admin 13 July 2026
bunuh
  • Berita Daerah
  • Nusantara

KEPALA SPPG RANCAMULYA TEWAS BUNUH DIRI, PEMILIK DAPUR LIAT KEANEHAN

admin 13 July 2026
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.