CIBINONG - Penantian panjang masyarakat Kabupaten Bogor untuk memiliki alun-alun akhirnya akan segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pembangunan Alun-Alun Tegar Beriman akan mulai direalisasikan pada tahun 2026 dan ditargetkan menjadi ruang publik kebanggaan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pembangunan alun-alun tersebut direncanakan dimulai pada Februari 2026. Proyek ini diharapkan dapat menjadi kado istimewa bagi masyarakat dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB).
“Jadi tahun ini dibuatkan alun-alun Kabupaten Bogor yang selama ini memang belum punya. Mimpinya itu menjadi kado untuk Hari Jadi Bogor. Harusnya pembangunannya mulai Februari,” ujar Ajat, Senin yang lalu (26/1/2026).
Ajat menjelaskan, Pemkab Bogor telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11 miliar untuk merealisasikan pembangunan alun-alun tersebut.
Tahapan perencanaan teknis melalui Detail Engineering Design (DED) disebut telah rampung dan saat ini proyek tengah memasuki proses pelelangan konstruksi.
“DED sudah selesai setahu saya, sekarang sedang proses pelelangan konstruksi. Nilai anggarannya Rp11 miliar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ajat memaparkan bahwa Alun-Alun Tegar Beriman tidak hanya dibangun sebagai ruang terbuka biasa, tetapi dirancang sebagai bagian dari konsep besar penataan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.
Konsep tersebut mengintegrasikan sejumlah fasilitas publik agar menjadi satu kesatuan ruang kota yang saling terhubung.
“Konsepnya, Bupati ingin membuat alun-alun yang berada di kawasan Tegar Beriman. Dalam perencanaan, kawasan ini akan disatukan mulai dari Taman Siliwangi, Masjid Baitul Faidzin, kawasan Tegar Beriman, Cibinong Situ Plaza, hingga menyeberang ke Teater Siliwangi. Semua menjadi satu kesatuan,” papar Ajat.
Ia menegaskan, proyek ini masuk dalam kategori strategis karena telah dinantikan masyarakat selama puluhan tahun.
Kabupaten Bogor selama ini belum memiliki alun-alun representatif seperti daerah lain, sehingga kehadiran ruang publik ini diharapkan menjadi simbol transformasi wajah kota.
Selain itu, pembangunan Alun-Alun Tegar Beriman juga menjadi bagian dari perubahan paradigma penataan ruang di lingkungan Pemkab Bogor, dari yang sebelumnya bersifat tertutup menjadi lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat.
“Yang paling menonjol adalah menggeser area yang dulu bersifat privat menjadi ruang publik. Contohnya seperti kawasan Cibinong Situ Plaza, yang dulu merupakan taman Sekretariat Dewan dan tidak bisa diakses masyarakat, sekarang diarahkan menjadi ruang publik,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Alun-Alun Tegar Beriman, Pemkab Bogor berharap masyarakat memiliki ruang bersama untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan menikmati fasilitas kota, sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang ramah dan inklusif bagi warganya.*****
© 2015. All Rights Reserved. Jurnal Metro.com | Analisa Jadi Fakta
Koran Jurnal Metro