BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan puluhan rumah mengalami rusak ringan hingga berat terdampak banjir akibat kirmir atau tanggul sungai Cikalintu jebol di Jalan Siliwangi, RT 09 RW 01 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat (30/10/2026) malam. Petugas melakukan penanganan dan pembersihan sisa lumpur akibat banjir.
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan hujan deras yang terjadi menyebabkan kirmir sungai tidak kuat menahan debit air dan jebol. Ia menyebut kirmir mengalami jebol dan materialnya beberapa menimpa rumah warga di sekitar area bantaran sungai.
“Kirmir jebol dan materialnya menimpa rumah warga di bantaran sungai,” kata dia dikutip Sabtu (31/10/2026) pagi.
Di kelurahan Cipaganti, ia mengatakan sebanyak dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak ringan dan 34 rumah terdampak. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa.
Hadi mengatakan petugas di lapangan melakukan asesmen dan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan. Selain itu, melakukan pembersihan sisa material lumpur yang dibawa air banjir.
“Pembersihan sisa lumpur dilakukan dan perbaikan kirmir roboh segera dilakukan,” ungkap dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi mulai terjadi sejak Oktober hingga November 2026. Namun, musim hujan dominan pada November 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmat Prasetia mengatakan awal musim hujan di wilayah Jawa Barat mulai berlangsung sejak Oktober sebesar 24 persen. Atau sebagian kecil bagian barat, tengah dan timur wilayah Jawa Barat.
Sedangkan awal musim hujan sebagian besar wilayah Jawa Barat berlangsung pada November atau sekitar 49 persen. Kemudian pada bulan Desember sebesar 25 persen atau Jawa Barat bagian utara dan sebagian kecil bagian barat.
“Mayoritas awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi bukan November sebesar 49 persen,” ungkapnya.(*/He)
