JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan meskipun suhu panas ekstrem melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
“Jakarta masih belum memerlukan, apa, dibuat hujan buatan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Dia mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelang Idul Fitri. Menurut dia, meskipun saat ini cuaca terasa panas, BMKG memprakirakan ada potensi hujan dengan intensitas menengah saat Idul Fitri.
“Untuk menghadapi Idul Fitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya cuacanya panas. Namun, pada saat Idul Fitri ada kemungkinan curah hujan menengah,” ujar Pramono.
Sementara itu, BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrem di Jakarta masih akan berlangsung hingga mendekati Idul Fitri, yakni sekitar 20-22 Maret 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan suhu tinggi yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Dia mengungkapkan suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim.
Situasi tersebut membuat radiasi matahari menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi. Kondisi ini diperkirakan masih terus terjadi selama masa peralihan musim.
“BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celsius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem,” ungkap Guswanto.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi. Warga disarankan menghindari paparan langsung matahari, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan, seperti topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang.
“Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,” jelas Guswanto.(*/Bu)
