SURABAYA – Sebanyak enam orang tewas dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur (Jatim).
Korban tewas terakhir tercatat kemarin, Jumat (23/10) akibat luka bakar yang diderita.

“Bapak Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai yang selama ini menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo, telah berpulang pada hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha kemarin.

Rudijanta mengatakan Suraji meninggal setelah mendapatkan perawatan instensif setelah berusaha memadamkan api di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.

Kepergian Suraji menambah daftar petugas yang menjadi korban kebakaran yang melanda kawasan konservasi Bromo sejak 15 Oktober.

Lima personel lainnya lebih dulu meninggal dalam upaya pemadaman api di titik Pusung Lingker-Probolinggo.

Kelimanya yaitu petugas BB TNBTS bernama Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33); Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan karyawan hotel di sekitar lokasi kejadian; dan Munawi (44) yang merupakan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Kebakaran hutan dan lahan yang belakangan melanda sejumlah wilayah Indonesia telah memakan korban jiwa, bukan hanya di Bromo.

Seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial LJ (60) meninggal dunia akibat terbakar saat api melalap kawasan perkebunan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, 13 Oktober lalu.

Awalnya, korban bersama warga sekitar berupaya memadamkan api secara mandiri guna mencegah perambatan ke permukiman warga.(*/To)

By admin