JAKARTA – Sampai saat ini pemeriksaan oleh KPK terkait kasus upah pungut serta pengadaan barang dan jasa terus bergulir dan memanggil agar semua menjadi transparan dan jelas dari kasus tersebut .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Gedung Merah Putih KPK. Selasa (27/10/26).
Pemeriksaan tersebut masih berkaitan dengan penyelidikan dugaan korupsi pemotongan upah pungut pajak dan retribusi daerah, serta pengadaan barang dan jasa (PBJ) dilingkungan Pemda Bogor.

Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK menyebut jika penyidik memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kedua perkara tersebut.

“Hari ini , Selasa (27/10) penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan terkait pemotongan upah pungut pajak dan retribusi daerah, serta pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemda Bogor,” kata Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (27/10/26).

Adapun pejabat yang dipanggil untuk diperiksa ialah, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rohmat Jatnika, serta Kepala Inspektur Daerah Kabupaten Bogor Arif Rahman. Dimana Arif diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor periode 2022-2025.

Selai itu, KPK juga memanggil Sesilia Windi Gloriana yang merupakan staf Bappenda Kabupaten Bogor yang bertugas sebagai bendahara pengeluaran, serta Gilang Windu yang disebut merupakan ajudan Bupati Bogor.

Namun dalam panggilan tersebut, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada hari ini. KPK menjadwalkan ulang pemeriksaannya pada Kamis (29/10/26).
“ Untuk saksi Sdr ADR Wakil Bupati Bogor, konfirm tidak hadir, dan dijadwalkan ulang pemeriksaannya pada Kamis (29/10).,” jelas Budi.

Saat dikonfirmasi melalui telepon cellular oleh wartawan, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengaku tidak bisa menghadiri pemeriksaan karena sedang melakukan kunjungan ke Puskesmas karena adanya dugaan keracunan siswa. “Lagi di Puskesmas Bro, ada keracunan siswa SMP,” tukasnya.(INews/Jo)

By admin