SURABAYA – Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Timur memastikan tidak ada temuan unsur bahan peledak maupun bom dalam insiden ledakan yang menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi, di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10).
Kepastian tersebut didapat setelah Tim Penjinak Bom melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh pascainsiden. Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut murni diakibatkan oleh fenomena ledakan gas.

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menjelaskan hasil penyelidikan di lokasi menunjukkan bahwa pemicu kerusakan parah itu mengarah pada peristiwa teknis akibat penumpukan gas.

“Sampai sekarang kami dari hasil penyelidikan dari kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tapi lebih ke arah ini ledakan sebetulnya BLEVE,” kata Dyan di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, fenomena ledakan tersebut terjadi karena adanya kebocoran dan tekanan gas dalam jumlah besar yang terkumpul di dalam sebuah ruangan tertutup.

Ia mengatakan, saat gas yang terperangkap itu mengenai sumber pemicu api, terjadi ledakan dahsyat yang menimbulkan daya dorong kuat ke arah luar ruangan.

“Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpicu itu akan meledak, berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres,” ujarnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan turut menegaskan, berdasarkan pendalaman kepolisian, pusat ledakan berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.

Luthfie menuturkan indikasi kebocoran itu sebenarnya sudah disadari oleh pekerja di rumah makan tersebut sesaat sebelum ledakan terjadi.

“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie
.
Tercatat sebanyak 41 bangunan di sekitarnya yang terdiri dari deretan ruko dan rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa ini juga mengakibatkan lima orang menderita luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji.*/To)

By admin