
JAKARTA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat agar tidak bergantung pada pinjaman online (pinjol) dan rentenir.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan koperasi desa dapat menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat di tingkat lokal. Kehadiran koperasi diharapkan membuka pilihan pembiayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Jadi koperasi desa ini juga bisa memberikan pembiayaan mikro kepada masyarakat sehingga mereka tidak perlu lagi pinjam kepada pinjol atau rentenir,” kata Ferry dalam kegiatan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyaluran program pemerintah. Koperasi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat, termasuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga dapat menjadi tempat pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga membantu membuka pasar bagi pelaku usaha di desa.
Ferry mengatakan penguatan fungsi tersebut penting untuk mendorong masyarakat, terutama generasi muda, menjadi pelaku usaha. Menurut dia, anak muda perlu didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dipasarkan melalui ekosistem ekonomi di tingkat desa.
Di sisi lain, Ferry menilai pengembangan ekonomi syariah juga perlu diarahkan pada peningkatan pemanfaatan layanan keuangan syariah. Ia sebelumnya menyebut tingkat literasi keuangan syariah telah mencapai 43 persen, tetapi inklusinya baru 13,24 persen.
“Literasi keuangan syariah sekarang sudah mencapai 43 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen,” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata Ferry, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan syariah. Karena itu, MES mendorong lebih banyak pengusaha Muslim, termasuk generasi muda, untuk menggunakan layanan keuangan syariah dalam mengembangkan usaha.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sebanyak 35.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih rampung dibangun pada akhir Agustus 2026. KDMP itu ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.
Zulkifli mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Ia meminta dukungan agar koperasi tersebut dapat menjalankan fungsi sebagai infrastruktur ekonomi pemerintah sekaligus menjadi offtaker bagi produk yang dihasilkan masyarakat desa.
“Sementara Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35.000 insyaallah di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi,” kata tokoh yang akrab disapa Zulhas, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pemerintah kini sedang bekerja keras memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih dapat diselesaikan sesuai target. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi di tingkat desa, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan penyerapan hasil produksi masyarakat.
Zulhas menyebut Kopdes Merah Putih akan berperan sebagai offtaker, sehingga dapat membantu menyerap produk yang dihasilkan masyarakat desa. Fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur ekonomi yang lebih dekat dengan kegiatan produksi di tingkat desa.
Program pembangunan Kopdes Merah Putih tidak berhenti pada target 35.000 koperasi pada tahun ini. Pemerintah menyiapkan kelanjutan program dengan target pembangunan sekitar 30.000 hingga 35.000 koperasi desa pada tahun depan.
“Tahun ini 35.000, tahun depan diperkirakan akan juga kita bisa selesaikan 30 sampai 35.000 desa,” ujar Zulhas.
Ia mengakui masih terdapat pembangunan Kopdes Merah Putih yang perlu ditertibkan dan dikoreksi. Pemerintah menemukan sejumlah pembangunan yang dinilai tidak tepat, termasuk pembangunan di wilayah pegunungan.
“Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi, seperti pembangunan di gunung-gunung, ada satu dua atau berapa banyak, kita akan tertibkan,” kata Zulhas.
Menko Pangan menegaskan pemerintah akan melakukan penataan terhadap pembangunan yang tidak sesuai. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan Kopdes Merah Putih dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal program dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Dengan target 35.000 Kopdes beroperasi mulai September, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi dan rantai pasok di tingkat desa. Program tersebut kemudian akan diperluas secara bertahap pada tahun depan dengan tambahan sekitar 30.000-35.000 koperasi desa.(*/Ri)
