DEPOK – Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Jawa Barat serta sejumlah rumah sakit (RS) pemerintah pusat dan RS swasta sepakat bekerja sama untuk memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat.
Kesepakatan itu diresmikan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan dengan rumah sakit daerah, pusat, dan swasta di Kantor Wali Kota Depok yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Rabu (7/10).

Melalui kerja sama ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak mengalami kendala hanya karena berada di luar daerah asalnya.

Warga Jawa Barat juga dipastikan akan tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika menghadapi persoalan pembiayaan, termasuk soal kepesertaan BPJS Kesehatan.

Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan warga berada dalam kondisi sulit hanya karena persoalan administratif atau keterbatasan kemampuan membayar biaya pengobatan.

“Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” kata KDM.

KDM menyatakan, kebijakan tersebut turut mengubah pola penanganan pemerintah terhadap persoalan masyarakat. Selama ini, banyak kasus kesehatan yang baru mendapatkan respons setelah sampai kepada dirinya secara langsung.

Menurutnya, pola seperti itu tidak mungkin diterapkan untuk seluruh warga Jawa Barat.

Untuk itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota membangun sistem pemantauan yang mampu menangkap persoalan warga sejak dini, termasuk memanfaatkan informasi dari masyarakat dan media sosial.

Dengan demikian, persoalan kesehatan yang muncul di lapangan dapat segera ditanggulangi tanpa menunggu warga mencari perhatian langsung kepada gubernur.

Adapun RS pemerintah pusat yang terlibat adalah RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kerja sama juga melibatkan sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah pusat dengan layanan khusus, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi, RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo, serta RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu.

Sementara dari unsur rumah sakit swasta dan nonpemerintah, turut bergabung Santosa Hospital Bandung Central, Santosa Hospital Bandung Kopo, serta RS Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie.(Cnn/Idr)

By admin