JAKARTA – Tingkat kepuasan publik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disorot Pengamat politik dan kebijakan publik Mohammad Anas RA.
Menurut Direktur Eksekutif FIXPOLL Indonesia itu, kepercayaan terhadap Presiden Prabowo masih ada, tetapi masyarakat mulai menunjukkan kecemasan terhadap kondisi ekonomi dan kinerja pemerintahan.
Anas menyoroti dua sektor krusial, yakni ekonomi serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Berdasarkan hasil survei yang beredar dari sejumlah Lembaga survei, sebanyak 58 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kondisi ekonomi, sementara 47 persen tidak puas terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Ketidakpuasan publik terhadap sektor ekonomi dipicu kondisi ekonomi keluarga, harga sembako mahal, susah mencari lapangan pekerjaan dan biaya berobat mahal,” katanya, Minggu, 25 Oktober 2026.
Adapun ketidakpuasan publik terhadap pemberantasan korupsi juga menjadi perhatian. Menurut dia, ekspose penyitaan uang dalam jumlah besar dari aktivitas ilegal belum otomatis membuat masyarakat merasa puas jika tidak diikuti dengan informasi mengenai pelaku dan sanksi hukum.
“Saya berpendapat bahwa publik berharap saat ekspose uang triliuan hasil sitaan negara maka oknum pelaku kejahatan dari koorporasi juga ditampilkan dihadapan publik dan Masyarakat mendapatkan informasi sanksi hukuman yang diberikan,” pungkasnya. (*/Fau)
