Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Jangan Lagi Adakan Tes Dasar Calon Siswa SD

E-mail Print PDF

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal, Dan Informal pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Lydia Freyani Hawadi mengingatkan sekolah-sekolah dasar untuk tidak memaksakan mengadakan tes masuk membaca, menulis, dan berhitung, bagi calon siswa.

Sebab hal itu, menurutnya, salah kaprah. Tes yang diberikan, tegasnya, harus disesuaikan dengan pengembangan anak saat belajar di TK atau PAUD. “Jika masuk sekolah dasar itu diuji dengan membaca, menulis, dan berhitung, itu salah kaprah! Sehingga dalam hal ini, tolong dari pihak SD jangan seleksi masuk dalam hal itu.Kecuali sesuai dengan penegembangan mereka untuk masuk SD,” kata Lydia, akhir pekan kemarin, di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia berharap para penyelenggara pendidika mengikuti rambu-rambu yang sudah ditetapkan. Terkait PAUD sendiri, ia menekankan, akan dijadikan sebagai prapendidikan dasar yang berperan menjadi pondasi sebelum masuk ke jenjang pendidikan dasar.

"Wajib belajar sendiri itukan 12 tahun, justru TK ini merupakan pondasi untuk masuk ke dalam pendidikan dasar. Kita tahu bahwa perkembangan anak 80 persen pada usia 3 tahun hingga keberadaan PAUD ini sangat penting,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kemdikbud, katanya, memprioritaskan agar seluruh anak mengenyam PAUD. Selain mempersiapkan kurikulum, sarana, dan prasarana, kualitas para guru juga terus ditingkatkan. “Karena keberadaan PAUD penting, kita sedang all out membuat mulai dari kurikulum yang baik, sarana dan prasarananya, maupun kualitas para guru,” ujar Lydia.

“Tidak hanya sekadar menggelontarkan uang untuk pembangunan gedung, renovasinya, atau men-set up adanya PAUD, kita justru sekarang lebih meningkatkan kompetensi guru melalui program beasiswa. Beasiswa tersebut untuk S1, S2, atau D4, D1 melalui kerjasama dengan beberapa universitas,” paparnya. (ART)

Add comment


Security code
Refresh