Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Bursa Calon Gubernur Banten Mengarah pada Tiga Nama Tokoh

SERANG - Semarak pemilihan gubernur (pilgub) Banten 2011 kian terasa. Sejumlah nama tokoh santer disebut-sebut sebagai kandidat Gubernur Banten terus menyeruak dan memenuhi ranah publik. Saat ini muncul tiga nama terkenal yang mulai ramai dibicarakan, yakni Ratu Atut Chosiyah (saat ini Gubernur Banten), Walikota Tangerang Wahidin Halim, dan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Ketiganya, kini sudah mulai menyosialisasikan niatnya maju sebagai kandidat Gubernur.

Dari pantauan wartawan di Serang, di banyak lokasi strategis terlihat marak berbagai baliho sosialisasi program pemerintah bergambar wajah Atut Chosiyah. Atut tampil sendirian karena tidak ada gambar wajah Wakil Gubernur HM Masduki. Putri kandung sesepuh pendekar Banten, TB Hasan Sochib, ini juga tampak sering hadir di berbagai kegiatan seremonial sambil membagikan kalender bergambar dirinya kepada masyarakat.

Sementara di Tangerang, kubu pendukung Wahidin Halim kian gencar menyebarkan stiker, kalender, spanduk, dan baliho bertuliskan “Saatnya Banten Berbenah Diri untuk menjadi yang Terbaik”. Di samping tagline, tertera foto wajah Walikota Tangerang Wahidin Halim dengan pakaian muslim putih dan berpeci. Selain menyebar atribut bergambar Wahidin, elemen pendukung juga menggelar bermacam kegiatan di pelosok-pelosok, seperti kompetisi se­pakbola.

Namun tidak demikian dengan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya yang hingga kini masih terlihat adem ayem walaupun sudah sering disebut banyak tokoh masyarakat Banten akan maju dalam Pilgub 2011. Hal ini terlihat dengan masih jarang ditemukan spanduk, baliho atau stiker bergambar Mulyadi. Sepertinya, Mulyadi memang masih berhitung soal peluangnya untuk maju menjadi calon Gubernur Banten.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat Lebak, mengharapkan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya segera menentukan sikap karena masyarakat menunggu kejelasan sikap pencalonan orang nomor satu di Lebak untuk maju di Pilgub 2011. Sepanjang 2010, tokoh masyarakat dan ulama di 28 kecamatan sudah menyatakan dukungan kepada Jayabaya agar maju, namun pada akhir 2010 secara mengejutkan Jayabaya menyatakan tidak akan maju pada bursa Pilgub 2011.

Sekretaris DPD KNPI Lebak Iyan Fitriyana mengatakan, sudah mendesak Jayabaya untuk bersikap tegas dan tidak mengecewakan warga Lebak. Dua periode kepemimpinan Jayabaya di Lebak sudah menjadi bukti bahwa sosok yang satu ini mampu membawa perubahan bagi masa depan Banten. “Kami yakin, Jayabaya mau mempertimbangkan aspirasi masyarakat sehingga dapat membuat keputusan yang tepat,” imbuhnya.

Terkait dengan siapa yang akan diusung dalam Pilgub nanti, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Jayeng Rana, mengatakan bahwa partainya berkeinginan agar yang maju bukan dari kalangan incumbent (calon gubernur yang masih menjabat sebagai kepala daerah). “Saya pikir Banten butuh darah segar, dan kalangan muda lebih pantas untuk memimpin Banten lima tahun yang akan datang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Terkait kemungkinan kembali mendukung Atut Chosiyah, Jayeng mengaku tidak bisa memastikan. Sebab, kata dia, kader PDIP mulai dari pengurus ranting sampai DPD menginginkan kader PDI Perjuangan untuk maju menjadi calon gubernur. “Jadi kita bertekad akan majukan kader sendiri untuk,” ujarnya. (Nubhi)

Add comment


Security code
Refresh