Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Inspirasi

Eksistensi Bisnis Ayam Ketawa di Kota Makassar

E-mail Print PDF

Makassar - Bebagai ragam usahanya sering dilakukan seseorang untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tidak sedikit orang yang menjalankan sebuah bisnis yang terkadang dianggap sepele oleh sebagian kalangan, namun tetap saja digeluti karena bisnis tersebut mampu mendatangkan hasil yang cukup menjanjikan.

Seperti bisnis penjualan ayam ketawa yang belakangan ini lagi marak dibicarakan banyak orang, usaha seperti ini awalnya tidak terlalu diminati orang karena mungkin dianggap bukan merupakan bisnis yang menggiurkan, namun seiring berjalannya waktu dan melihat prospek dari bisnis tersebut telah berkembang pesat, akhirnya sedikit demi sedikit mampu merubah pikiran seseorang untuk menggeluti usaha ini dengan serius.

Dari Kaleng Bekas Bisa Jadi Duit

E-mail Print PDF

Dengan kreativitas, kaleng minuman bekas pun bisa diolah menjadi benda bernilai jual tinggi. Kaleng-kaleng bekas softdrink diubah menjadi miniatur sepeda motor atau binatang untuk pajangan. Seorang perajinnya bisa meraup omzet lebih dari Rp 10 juta per bulan.

Kaleng jelas bukan termasuk sampah yang mudah terurai oleh alam. Padahal, saban hari ada begitu banyak kaleng bekas, khususnya yang berasal dari minuman softdrink menyesaki tempat-tempat pembuangan sampah. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada bumi kalau pembuangan kaleng bekas ini terus berlangsung.

Gifson Harianja pun menemukan cara unik memanfaatkan limbah kaleng-kaleng. Pria yang bermukim di Jatiwaringin, Bekasi, ini berhasil "menyulap" kaleng-kaleng bekas menjadi benda yang bernilai jual tinggi.

Awalnya dia melihat banyak kaleng bekas yang terbuang. "Saya berpikir kenapa tidak mencoba untuk merakit sebuah karya seni dari kaleng bekas itu," cerita Harianja.

Ia pun membawa kaleng-kaleng bekas ke tokonya. Sembari menunggui barang dagangan di tokonya, Harianja mengutak-atik kaleng yang dikumpulkan menjadi miniatur seorang pemulung. Tak disangka, tiba-tiba ada seorang yang melewati tokonya dan menawar hasil karyanya itu dengan harga Rp 25.000.

Sekarang, Harianja pun berkonsentrasi pada pembuatan miniatur dari kaleng bekas. Ia membuat miniatur vespa, patung tugu pancoran, motor Harley Davidson dan pesawat. Harga jualnya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per unit.

Es Pocong dengan omzet yang "mengerikan"-nya

E-mail Print PDF

 

Nama Es Pocong sendiri sebenarnya diambil secara tidak sengaja. Nama tersebut makin terasa lebih cocok tatkala lokasi baru yang dijadikan untuk memulai usaha berada wilayah Kober. Kober merupakan sebutan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU). Sehingga semakin mantaplah dalam menciptakan berbagai menu dengan nama-nama yang terkesan seram dan menakutkan.

Menu yang di tawarkan pun berbau mistis. Ada mie ronggeng, yaitu sejenis mie goreng namun dengan racikan bumbu yang sedikit istimewa. Kemudian ada kentang goreng yang diberi nama jenglot, mendoan iblis, nasi uduk tuyul karena ukurannya yang mini, serta yang tidak kalah menyeramkan adalah sate mayat.

"Untuk sate mayat itu ada telur puyuh, usus, ati-ampela, sosis. Pokoknya isinya mayat ayam. Memang yang belum pernah tahu akan ketawa-tawa. Padahal ini serem lho," jelasnya berkelakar.

KEGAGALAN adalah keberhasilan yang tertunda. Itu tampaknya nyata terjadi pada tiga sekawan Haris, Rahmat,dan Hakim. Dari bisnis awal menjual bakso yang tidak berjalan dengan baik, kini usaha Es Pocong yang dilakoni tiga sekawan itu maju pesat di Depok.

Page 1 of 3

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »