Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Elite Politik Diajak Bertobat, Bencana Akibat Perilaku Korup

E-mail Print PDF

JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.KH. Din Syamsuddin mengatakan, munculnya bencana beruntun di tanah air tak lepas dari perilaku pemimpin bangsa atau elite politik dan birokrat yang korup. Oleh sebab itu, perlu dilakukan gerakan evaluasi diri oleh para elite mulai dari tingkat atas sampai ke bawah.
 "Dalam hadis nabi Allah melaknat penyuap dan yang disuap. Jadi keduanya dilaknat allah. Artinya kalau ada tindakan penyuapan dilaknat, apalagi korupsi yang merajalela," kata Din Syamsuddin usai acara diskusi bertajuk 'Memperkokoh pemahaman empat pilar bangsa guna merajut persatuan dan kesatuan bangsa' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10).

 Menurut Din, budaya korupsi mendatangkan laknat bagi Indonesia. Sudah waktunya bagi para pemimpin negeri ini untuk berubah ke arah lebih baik. "Yang ingin saya sampaikan dengan musibah beruntun ini, perlu saya imbau kepada seluruh keluarga besar bangsa untuk melakukan muhasabah, instrospeksi dan mawas diri tentang apa-apa yang dilakukan dalam hidup bersama ini, terutama, kepada mereka yang memegang dan memangku amanat kepemimpinan," papar Din.
 Din juga tidak hanya meminta para tokoh politik untuk bertobat. Namun, para tokoh agama juga diimbau untuk kembali menginstrospeksi diri sebab pemangkuan amanat harus diemban dengan sebaik-baiknya. "Bencana jangan dianggap sebagai sebuah rutinitas. Ini banyak yang harus kita ubah," tegasnya.
 Masyarakat pun diserukan untuk menggelar salat ghoib setelah bencana terus mendera Indonesia, terakhir baru-baru ini terjadi gempa dan tsunami di Mentawai, serta letusan Merapi yang membawa korban tewas. "Menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan salat ghoib buat korban merapi dan tsunami Mentawai semoga semuanya khusnul khotimah," kata mantan Ketum PBNU Hasyim Muzadi dalam siaran pers, Rabu siang.
 Selain Hasyim, PPP juga menyerukan hal serupa. Bahkan PPP menginstruksikan agar seluruh jajaran partai di daerah menggelar salat ghoib. "DPP PPP menyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya sejumlah korban dalam bencana Mentawai dan Merapi. DPP PPP instruksikan salat ghoib kepada DPC dan DPW PPP di seluruh Indonesia, dilanjutkan dengan doa dan tahlil bagi korban bencana tsunami di Mentawai dan letusan Merapi di Yogyakarta," terang Wasekjen PPP M Romahurmuziy dalam siaran pers.
 PPP juga akan membangun posko di Kabupaten Sleman dan DPW PPP Sumatera Barat untuk mengambil langkah pembukaan posko rehabilitasi bencana. "Guna menampung kebutuhan yang tidak tercover oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," tutupnya.
 Di Sleman, sedikitnya 28 orang tewas akibat musibah itu termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan. Sedangkan korban luka berat mencapai 12-14 orang dengan luka bakar 80 persen. Sedang bencana tsunami di Mentawai, data terakhir korban mencapai 113 dan yang hilang mencapai 500 orang. (Dav/Ded)

Add comment


Security code
Refresh