Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Komisi C : Banyak Proyek Tak sesuai Bestek

E-mail Print PDF

CIBINONG  - Karena setiap sidak selalu menemukan proyek yang tidak sesuai bestek dan menyalahi aturan yang ada  karena itu Komisi C DPRD Kabupaten Bogor menyimpulkan jika bangunan pagar milik kantor Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) dibangun secara asal-asalan.

Hasil tersebut diketahui usai para legislator tersebut melakukan inspeksi mendadak (Sidak), akhir pekan lalu dan ini salah satu bukti nyata bahwa didepan kantorpun masih berani nakal bagaimana yang jauh ..

Ketua Komisi C, Wawan Risdiawan mengatakan, pondasi pagar yang terlalu kecil dan tak seimbang dengan beban pagar bangunan yang dibangun pada akhir tahun 2011 lalu dan dikerjakan PT. Parahiyangan Sumber Daya tersebut tidak sesuai dengan bestek dan ini menandakan lemahnya consultan pengawas diduga main mata .

Jelas  Wawan mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak pengusaha, konsultan dan instansi terkait di untuk meminta penjelasan terkait pengerjaan bangunan yang menggunakan uang masayarakat tersebut. Sehingga, semuanya bisa menjelaskan, terkait penyebab dan bahan kontruksi yang digunakan.

“Yang jelas hari Rabu yang akan datang kita panggil semuanya, baik instansi terkait pengusahanya juga bagian konsultan pengawas, karena kami lihat adanya kelemahan dalam pengawasan,” ujarnya saat ditemui  dilokasi.

Selain itu, Komisi C juga meminta laporan teknis dari hasil peninjauan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ikut dilibatkan dalam sidak. “Setelah kita lihat, pihak kontraktor tak membuat pondasi yang sesuai bahkan terlalu kecil, oleh karena itu akan dilakukan kajian secara teknis untuk mengetahui penyebabnya,” tuturnya .

Sebelumnya, Kepala DTBP Kabupaten Bogor, Yani Hasan membenarkan jika jika pagar kantornya ambruk. Meski begitu, dirinya mengaku belum mengetahui secara jauh penyebabnya. “Memang betul pada minggu malam, tepatnya pukul 11.00 Wib pagar tersebut ambruk, namun penyebabnya kami tak tahu,” kata Yani Hasan saat dihubungi kemarin.

Terang Yani, pihaknya sudah memanggil pihak Kontraktor pelaksana karena bangunan tempat dirinya berkantor masih tanggung jawab pihak kontraktor.“Kalau nilai proyeknya itu Rp 3,4 miliar namun bukan hanya pagar akan tetapi satu paket dengan bangunannya, dan sudah kami panggil kontraktornya. Mereka siap untuk memperbaikinya,” imbuhnya.

Dikatakan Yani, sebagus apapun bahan material jika diguyur terus menerus air hujan akan beluber, apalagi tanah yang digunakan untuk pagar tersebut adalah tanah yang baru, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat bertahan.

“Ya, sekuat apapun akan mudah hancur, namun saya tak bisa menuding jika belum tahu benar penyebabnya. Yang jelas, pengusahanya dan siap bertanggung jawab,” ujarnya .
Arif Baktiar dari LSM Komite Pemantau Pembangunan mengatakan  ," dengan ambruknya pagar didepan kantor DTBP ini sangat jelas trindikasi bahwa proyek di Kabupaten Bogor penuh dengan permasalahan yang tidak sesuai bestek dan hal ini colsultan pengawasnya tidak bekerja dengan baik ,bagaimana kalo proyek yang jauh ini dipastikan ambur radul ,"pungkasnya .(Bas)

Add comment


Security code
Refresh