Monday, May 21st

Last update09:45:21 AM GMT

Hingga Siang Para Korban Belum Berhasil Ditemukan

E-mail Print PDF

 

CIBINONG - Sampai Senin (20/2) siang, warga maupun Tim SAR yang melakukan pencarian terhadap korban jembatan runtuh di Sungai Cihideung, belum berhasil menemukan para korban. Pencarian sudah dilakukan mulai dari lokasi kejadian hingga ke wilayah Rumpin. Tapi pencarian di bawah jembatan Cidua masih tetap dipokuskan warga karena saran seorang paranormal yang mengatakan bahwa sebagian korban tenggelam di sekitar lokasi.

‘’Kita masih mencari di lokasi karena ada petunjuk dari seorang paranormal kalau sebagian korban tenggelam di dekat jembatan yang rubuh,’’ujar Rusdi, warga RT 01 Desa Cibanteng.

Ketujuh korban yang hanyut dan masih dalam pencarian itu adalah Eka binti Eman (9) warga RT 06 RW 02 Kampung Pambuaran, Rafi bin Eman (5) adik Eka, Ajay bin Engkos (9) RT 04 RW 02, Jahra bin Juli (6) RT 06 RW 02, Maesaroh bin Haris (10), Tiara binti Jamal (10) RT 04 RW 02, dan Dini binti Junaidi (9) RT 06 RW 02.

Sedangkan Mamah (39), yang juga ikut terseret derasnya air sungai berhasil ditemukan warga, Minggu (19/2), dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan tersangkut di pinggir sungai. ‘’Kepala korban sepertinya membentur batu sehingga meninggal dunia. Saat jasadnya dimandikan, luka di kepala masih mengeluarkan darah,’’ujar Rusdi.


Musibah yang merenggut korban jiwa itu terjadi di jembatan gantung Cidua yang melintasi Sungai Cihideung di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Jembatan yang terbuat dari bambu dan sudah berumur tua itu ambruk ketika sekitar 23 orang anak-anak dan ibu-ibu menyeberang hendak pulang ke rumah usai mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung/Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Diduga, karena beban yang cukup berat serta kondisi jembatan yang sudah lapuk membuat jembatan yang menghubungkan Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Kecamatan dengan Kampung/Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, ambruk. Para korban tercebur ke dalam sungai yang mengalir sangat deras.

Bambu yang menjadi penyangga jembatan sepanjang 25 meter dan lebar 1,5 meter tersebut patah dan tali serta anyaman bambu putus. Sebanyak 15 orang korban berhasil selamat, sedangkan delapan orang lainnya hanyut terbawa arus. Teriakan para korban saat kejadian sempat terdengar warga sekitar. Saat itu juga mereka mendatangi lokasi dan langsung memberikan pertolongan terhadap korban yang selamat.    

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Wasto S. Hut saat meninjau lokasi kejadian, Senin (20/2) pagi, dengan tegas mengatakan bahwa yang paling bertanggungjawab atas kejadian yang merenggut nyawa itu adalah Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurut Wasto, sudah seharusnya pemerintah memperhatikan fasilitas infrastruktur yang dimanfaatkan masyarakat. Sebab jembatan yang menjadi penghubung dua wilayah dan intensitasnya tinggi dimanfaatkan warga harus dibangun sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
‘’Sekarang peristiwa yang terjadi di wilayah Lebak, terjadi di Bogor. Bahkan kondisinya lebih parah karena merenggut korban jiwa,’’kata Wasto. (Agus PG)

 

Add comment


Security code
Refresh